Tuesday, July 29, 2008

STT SETIA

Hmm sebenernya sampe saat mau tulis ini pun masih ga bener2 tau mau tulis apa. Tapi di kepala messy banget pikirannya, jadi mau keluarin yang messy itu. Ha3. Semoga jadi lebih rapi setelah ditulis. Dan buat yang rela baca, please bear with me :).

Buat yang belum tau insiden di STT SETIA, bisa coba baca
http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/28/Utama/ut02.htm
Dan masih banyak lagi, bisa dicoba cari di google dgn keyword STT, SETIA, Arastamar.

Sejak denger beritanya hari Minggu sore kemarin, berbagai emosi tercampur2. Ada khawatir, sedih, sampai marah.

Tapi itu jadi membuatku merenungkan beberapa hal kembali.

Pertama, tentang bagaimana orang-orang Kristen akan dibenci dan mendapat masalah di dunia. Orang Kristen pasti ada yang membenci, karena membawa kebenaran ke dunia yang rusak. Orang2 dunia yang rusak, pasti akan marah kalau ditegur. Luka yang ditaburi garam pasti perih, tidak mungkin tenang-tenang saja.

Yesus berkata, "Aku datang bukan membawa damai, tapi membawa pedang." Demikian juga orang Kristen di dunia bukan untuk berdamai dan bersatu dengan dunia, tapi untuk menyatakan kebenaran, dan seperti pedang membelah, memisahkan yang baik dan yang jahat, dengan membuat jelas siapa (bukan 'apa') itu Kebenaran. Terang tidak mungkin bersatu dengan gelap. Maka orang benar tidak mungkin bersatu dengan dunia yang rusak.

Maka tidak aneh, kalau menjumpai kesulitan bahkan penganiayaan. Lalu aku jadi berpikir kembali. Apakah kalau aku di posisi mereka (mahasiswa STT SETIA) aku akan bertahan? Siapkah aku dibenci, dianiaya dan menyangkal diri demi mengikut Kristus? Dilihat aneh oleh keluarga sendiri, dibenci teman-teman, bahkan mungkin diperlakukan tidak adil oleh pemerintah. Siapkah aku? Bukankah bahkan meninggalkan hobi-hobi yang salah saja sulit? Memakai waktu dengan bijaksana saja sulit? Males2an terus. Bukankah share Injil ke teman2 saja sulit, cuma karena takut ga enak? Gimana mau setia kalau mereka mengancam kekerasan? Jangan2 malah menyangkal Kristus?

politically correct answernya mungkin "oh tentang ini ada di Yohanes 16". Tapi nyatanya ga segampang itu buatku. Still struggling and praying... May God help me...

Kedua, sempet beberapa kali agak marah sih membaca yang terjadi di sana. Tapi rasanya, mestinya ga boleh. Jadi belajar sih, susahnya mengasihi musuh (mengampuni sodara yang salah satu kali aja susah).

Dan jadi makin sadar how great perkataan Yesus di kayu salib, "Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan."

Padahal, kalo ada orang ga tau trus salah, biasanya mungkin dalam hati aku mikir, "Udah ga tau, sok tau, salah pula..." (dan gak ngaca) >.< Itu bedanya orang Kudus dan 'kudis' ;).

Akhirnya, sampe sekarang masih struggle... Tapi feeling better setelah menulis... Jadi lebih organized. Ha3. Thanks for reading, semoga bisa jadi refleksi juga.

"In this world you will have tribulation. But take heart, I have overcome the world."
John 16:33b, English Standard Version

Sunday, July 20, 2008

on Wishing in Prayer

“And I tell you, ask, and it will be given to you; seek, and you will find; knock, and it will be opened to you. For everyone who asks receives and the one who seeks finds, and to the one who knocks it will be opened.”

So is written in Luke 11:9-10, a well known verse, probably a favorite of some Christians. So simple, so heart-warming.

“But wait… I don’t think that’s what I’ve been experiencing. Countless times did I ask God for things, but only scarcely granted. Why? Is the Bible wrong? Is it fallible after all?”

Some people would now argue, “You don’t have enough faith, so you don’t receive what you ask for. Have faith! Believe! Then you will receive whatever you ask.”

While that argument is not completely wrong (there is a little flaw), we should first have a further, more careful meditation on the passage before making conclusions prematurely. Often we misunderstand simply because we only look at a part of a message, and not comprehensively.

Let’s take a further reading of this passage. The next verses actually explain.

“What father among you, if his son asks for a fish, will instead of a fish give him a serpent; or if he asks for an egg, will give him a scorpion? If you then, who are evil, know how to give good gifts to your children, how much more will the heavenly Father give the Holy Spirit to those who ask Him!”
Luke 9:11-13, English Standard Version

Frankly speaking, I did not realize what these verses are trying to communicate. I regarded them as only elaboration of the previous verses. How I underestimated the richness of the Word of God!

What would appear in my mind was, “Of course Father will give us fish if we ask fish!” and so only strengthen the previous verses.

Then not a long time ago, my eye was opened by a short sermon by Dr. Benjamin Intan in a prayer meeting.

The question he posed was very simple. “What if, the child ask for, instead of a fish, a serpent? Would his father give him?”

Then it struck me. That’s it! It’s because we ask for a serpent all the time, that God often doesn’t grant us our request. Would a father give blindly, whatever the son ask? If he would, then he is either evil or mentally retarded, perhaps.

“Hey! I’m not a child! I know what I’m asking. Wealth cannot be bad. That girl is really nice, I’m sure that she’s the best for me! I’m sure of it.”

Well, now that sounds like a child’s argument. There are many things a child doesn’t understand, yet he would keep asking his parents for things. The parents then, knowing what he asks would be bad for him, prohibit him. Then the child would cry out loud, weep, protesting to his parents.

That’s probably how we act, from God’s perspective. What do we know, compared to His divine knowledge of all things? How can we even argue to Him?

Riches, popularity, success, dating partner, others’ approval, and many more, are often what we seek. We are sure all those would give us pleasure, happiness, everything. We yearn for them. But our Father in Heaven, who made all things and know all things, longs to give us even better things than those we ask without understanding. He provided something that will last for eternity, not something that will perish along with time, like what we ask all the time.

Yet how do we respond to this generous, perfect gift of God? We often insist, foolishly, that what we ask is better, and reject God’s glorious gift to us, which we do not deserve. What gift am I talking about, you may wonder.

“For the wages of sin is death, but the free gift of God is eternal life in Christ Jesus our Lord.”
Romans 6:23, English Standard Version

God provided a gift, exceeding all our futile wishes, so that those who believe Him, and not their own selves, do not perish in eternity, but acquire eternal life in Christ. That is the one good thing we should ask for.

So let us ask God for understanding from the Holy Spirit, that we may know His perfect will for us and ask for whatever He has kindly provided for us since eternity, that we may turn our gaze to the glorious Cross and acknowledge Jesus as our Savior and God over our life, and live according to His will.

“But seek ye first the kingdom of God, and its righteousness; and all these things shall be added unto you.”
Matthew 6:33, King James Version

=== Soli Deo Gloria ===

Sunday, February 24, 2008

The Lord is Just... in His Time!

Belum lama ini, g baru baca waktu bangsa Israel merebut kota Jericho dan banyak kota2 lainnya di Kanaan. Waktu itu diserahkannya kota2 di Kanaan ke bangsa Israel oleh Tuhan kan di-justify karena bangsa-bangsa di sana hidup dengan jahat di mata Tuhan. Jadi bangsa Israel bertindak sebagai alat Tuhan dalam menjalankan penghakiman-Nya. Nah, g baru sadar, kalo itu berarti, waktu itu Tuhan ga langsung menghukum bangsa-bangsa Kanaan meskipun mereka berbuat yang jahat di mata Tuhan. Ditunggu cukup lama juga, entah berapa lama...

Nah itu buat g sadar, kalo 'waktu' itu juga aspek yang penting banget dalam penghakiman Tuhan. Ada waktunya. Cuma, seringkali bukannya disimpulkan 'Belum waktunya', malah g sering nangkepnya 'Wah Tuhan ga akan menghakimi waktu di dunia ini kali yah.' ato 'Wah langsung diampuni yah'. Yang laen lagi, mungkin ada juga yang malah menyimpulkan 'Wah Tuhan ga hukum orang yang jahat... Tuhan ga adil! Tuhan ga hukum yang jahat, tapi yang baik malah menderita! Mana mau g percaya Tuhan!'

Mungkin bukan 'ga ada' tapi 'belum waktunya'. Karena Ia Tuhan yang baik dan penyabar, Dia mau kasih kesempatan buat kita bertobat. Dan itu patut disyukuri... Coba kalo sekali salah, langsung kesamber petir (ato kayak yang menyentuh Tabut Perjanjian, langsung mati) manusia punah kali. Ha3.

Jadi kalo u sedang ngalamin sesuatu yang buruk, coba inget2 juga... Mungkin dulu u pernah bikin Tuhan marah, dan mungkin itulah hukuman untuk itu. Kalo iya, minta ampunlah dengan hati gemetar... Well, that's what someone told me :). And I just realized its full meaning now. Ha3.

Buat g pribadi sih... Ini mendorong g buat hidup lebih ati2 lagi. Hmm sekalian pengakuan, g jg bergumul dalam dosa seksual (pornografi etc). Dan g sadar sih, cukup sering juga, g dalam hati sadar ga sadar mikir 'Wah Tuhan kan pemaaf, jadi ntar Ia pasti mengampuni juga...' dan jadi turun deh pertahanannya, dan akhirnya jatuh. Jadi bersyukur sih, dengan ngerti ini, hopefully, g bisa lebih baik lagi appreciate kalo Tuhan tuh adil dan dosa itu bener2 ga maen2. Inget! Daud juga dihukum meski diampuni dosanya (yang Betsyeba).

LORD, please enable me to fear You, respect You and remember You throughout my whole life... Forgive me for I didn't respect Your Judgment and if I ever belittle Your Great Salvation. Help me to keep my heart and life to be delightful to Your eyes always...


-=Exodus 34:7b =-

Yet he does not leave the guilty unpunished

Friday, February 22, 2008

Do you like movies?

Suka ga? G sih ga gitu suka... Ha3. Bukannya benci lah, tetep kalo nonton mah asik2 aja. Cuma tipe2 yang jarang inisiatif ngajak nonton deh. Kutu buku sih, bukan kutu film. Ha3.

Meski jarang nonton, ada 2 film yang cukup berkesan karena ada quote darinya yang g demen banget.

1. Spiderman: Great powers come with great responsibilities

Ini kata2 uncle Ben (bener ga yah namanya?) bilang ke Spidermannya (g lupa nama aslinya XD). Nah g demen nih quote ini. Alkitabiah loh. Ha3. Kayak perumpamaan talenta. Jadi ngingetin, kalo u punya sesuatu yg 'lebih', bukan berarti u bisa sesuka hati u pake ato ga pake. Juga bukan berarti bebas mo dipake buat apa. Great powers come with great responsibilities... Makanya inget, buat tanya ke yang kasih kelebihan itu, apa sih yang Dia mau kita perbuat dengan kelebihan2 itu?

2. Bruce Almighty

Nah di film ini, di adegan2 terakhirnya, yg berperan jadi tuhan di sana, bilang ke Bruce, "Do you think splitting up the soup in a bowl is a miracle? Walking through wall is miracle? No, they aren't miracles, they are magic tricks (loved this one ;)). What things do you think are miracles? High school students prefer studying responsibly while refusing drugs and having irresponsible parties with their friends: That's a miracle! Parents despite their poorness sacrifice themselves to pay for their kids' expenses: That's a miracle! Splitting soups and all those are not! They are simply magic tricks.
You wanna see a miracle? BE THE MIRACLE!"

Ga inget persisnya sih, dah bertahun2 lalu. Ha3. Iya, tapi kira2 gitu. Mukjizat yang paling besar itu yah Tuhan merubahkan hati manusia2 yang berdosa, jadi bisa lebih memilih kebaikan. Pekerjaan Roh Kudus itulah keajaiban yang buat g, paling ajaib. Ada orang percaya yang sungguh2 itu ajaib :).

Jadi, jangan mencari trik sulap, tapi jadilah keajaiban :). And be responsible with your powers :).

Those are the my two favorite quotes from several movies I have watched till now. Hope it'd be a blessing for you all :).

Thursday, January 31, 2008

A month already...

Ga terasa, udah sebulan sejak tahun baru... Looking back... klo diinget2 sebulan terakhir, yang terpikir: "Aku ini brengsek banget yah XD." Many times already I disappointed God in this month. IF I were to save myself from hell, I'm sure I wouldn't make it, and would end up easily in hell. But since I'm not supposed to save myself, but rather saved by GOD's mercy, I wouldn't end up there after all ;). Praise the LORD!

Hmm tapi 'mental hazard'nya (mengutip kata2 seseorang) adalah kalo sampai jadi berpikir "Ah, toh nanti Tuhan pasti ampuni juga, gpp lah buat dosa, santai aja, tar tinggal minta ampun." Inilah bagian brengsek-nya XD. Sejujurnya aku ngerasa kadang aku mikir seperti itu, dan jadi dgn gampang jatuh.

Kenapa bisa sampe mikir seperti itu ya? A few things come to mind. First, I haven't really grasped the HUGE price to redeem myself, paid by GOD. It's like receiving a very expensive present, then take it for granted, not realizing its real value and price since it was given for free. Imagine if that present is lost (though thankfully the salvation would not)... Then you would, at once, realize. Don't take for granted the great salvation and sacrifice from the LORD!

Second, I haven't really grasped the seriousness of sin. And unfortunately, I'd say, most people have not. Quoting the Bible, "If your right eye causes you to sin, gouge it out and throw it away... And if your right hand causes you to sin, cut it off and throw it away. It is better to lose one part of your body than for your whole body to go into hell." =Matthew 5:29-30=

Though we don't necessarily need to follow it literally, but it at least gives a glimpse of how serious sin is for Jesus. Maybe it can translate to this in our context: If your hobby causes you to sin again and again, refrain from doing it at all. An exaggeration? I don't think so... It's that serious, or maybe even more.

So now, I'm trying to keep these two things in mind. That the price is indescribably HUGE, and that sin is a SERIOUS matter (while trying not to be a legalist, and it's indeed difficult ;)).

Ok, so that's about my wrongdoings. But is that all? I'm a wretch. That's all I realized in this month? Thankfully not. Great many things also reminded me, that GOD is very kind, He's loving, His compassion endures forever. I'm really thankful, that He loves me, so He taught me about His way, day by day. It makes me feel like a worse and worse sinner, surely. But it also tells me that His love and faithfulness is bigger and bigger that I realized. GOD is good...

=Psalm 145:8-9=
The LORD is gracious and compassionate, slow to anger and rich in love. The LORD is good to all; he has compassion on all He has made.

Thursday, January 10, 2008

Christmas in Jakarta

Tanggal 25 Desember lalu, saya ikut perayaan Natal di gereja (GKII) di Jakarta. Perayaannya akan dilakukan outdoor (didirikan tenda2 gitu d) jam 6 sore, karena gedung gereja tidak cukup besar buat menampung semua jemaat. Beberapa jam sebelum perayaan, turun hujan deras banget >.<. Tapi puji Tuhan, sekitar 1 jam sebelum perayaan, hujannya mereda jadi cuma gerimis ^^. Jadi pergi ke gerejanya ga pake payung pun bisa :p. Ha3.

Setelah sampai di sana, saya melihat banyak panitia masih sibuk menyiapkan banyak hal. Kemudian saya mendengar, kalau ternyata hujan yang sangat deras tadi punya dampak lain. Sekitar satu jam yang lalu di tempat perayaan, tenda-tendanya roboh sebelum perayaan karena hujan deras tadi! Kalo ga salah, itu dikarenakan air banyak tertampung di atas, sampai akhirnya tenda itu ga kuat lagi menahan bebannya, kemudian roboh. Semua dekorasi dan persiapan yang sudah dilakukan rusak. Bahkan sound systemnya tersiram air.

Apakah perayaan Natal jadi batal? Puji Tuhan, tidak ^^. Semua panitia berusaha keras menyiapkannya kembali dibantu oleh jemaat. Tenda-tenda yang roboh sudah tidak mungkin didirikan lagi dalam waktu sesempit itu. Jadi bagaimana? Akhirnya... kebaktian Natal dibagi menjadi 2 tempat. Tapi karena gerejaku tidak punya alat-alat untuk 'me-relay' ke ruangan lain... Setiap pengisi acara (Hamba Tuhan, drama, choir) harus tampil dua kali berturut-turut! Liturgis, singer, pemusik, usher dan kolekte pun harus ada di dua tempat tersebut.

It was surely an unforgetable Christmas! (apalagi buat panitianya ;p)

Salut banget, panitia-panitianya ga panik (mungkin panik juga sih, tapi ga berlebih kan :p) dan bisa dengan cepat membereskan situasi yang sepertinya messed-up banget. But I'm sure, they would say, the credit goes to God :). Soli Deo Gloria!

Dari sini aku belajar. Sebaik apapun kita berusaha melakukan sesuatu, kita sebagai manusia yang berdosa dan terbatas pasti melakukan kesalahan. Mungkin Tuhan mau mengajarkan dengan insiden ini, bagaimana kita harus sepenuhnya bersandar kepadaNya dan bukan pada kekuatan kita sendiri.

Kalau para panitia sudah berbesar hati dan merasa persiapan mereka sempurna, lalu bangga dengan itu, pasti saat tenda itu roboh, mereka akan sangat terpukul sekali dan ga bisa berbuat apa-apa. Tapi bersyukur, mereka orang-orang yang bersandar pada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan setia, sehingga mereka masih diberi kekuatan melalui semuanya itu.

To GOD be the glory! (Soli Deo Gloria)

---John 15:5---
I am the vine; you are the branches. If a man remains in Me and I in him, he will bear much fruit; apart from Me you can do nothing.

---John15:7,8---
If you remain in me and my words remain in you, ask whatever you wish, and it will be given you. This is to my Father's glory, that you bear much fruit, showing yourselves to be my disciples.

---I Korintus 10:13---
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Saturday, January 5, 2008

SEA Games 2007 in Thailand (Igo/Weiqi/Baduk)

Desember 2007 yang lalu, saya mengikuti pertandingan igo di Thailand sebagai wakil Indonesia di ajang SEA Games 2007. Putting results aside (peringkat 10 dari 10 pemain T.T, jadi ga usah dibahas :p), di sana saya mendapat banyak pengalaman, maupun bertemu teman-teman baru.

Sebelum berangkat ke Thailand, saya sempat bilang ke teman-teman saya, "It's not about winning." (and indeed, I was far from winning the event ;p). Tapi bicara pada waktu itu jauh lebih mudah daripada kenyataannya saat pertandingan. Sepanjang event tersebut, saya terus berpikir lagi dan lagi tentang hal ini.

Di awal event, tentu saja, saya masih berpikir seperti itu. Sampai pertandingan pertama tiba. Ingin berusaha memberi yang terbaik bagi Tuhan (Kolose 3:23 buat yang mau baca), dan mungkin juga (meski saat itu kurang menyadari hal ini) ingin menang paling tidak sekali (pertandingan ini menggunakan sistem Round Robin, di mana setiap pemain dipastikan akan bermain melawan setiap pemain lainnya), di pertandingan pertama saya berusaha keras. By God's grace, I won.

Kemudian setelah pertandingan-pertandingan selanjutnya selesai, saya baru menyadari suatu hal. Setelah menang di pertandingan pertama, saya tidak berusaha sekeras pada pertandingan itu. Memang sih mungkin juga karena terlalu lelah (di hari pertandingan ketiga, jatuh sakit). Tapi memang, saya bermain dengan pikiran "Ah ga apa2 kalah sekalipun, kan paling ngga udah menang sekali." Baru kemudian saya berpikir, kalau begitu, mungkin yang ingin saya lakukan bukanlah memberikan yang terbaik untuk Tuhan, tapi memberikan yang terbaik supaya paling tidak ada sekali menang. Barangkali karena itulah, setelah menang sekali, motivasi berkurang drastis.

Karena itu, saya menyadari. I'm much worse than what I think. Sedih? Yep. Tapi juga, terlebih lagi, sangat sangat bersyukur, Tuhan membuatku menyadari ini, jadi aku tidak terus hidup seperti hypocrite, tapi bisa sadar betapa berdosa dan rusaknya aku, dan betapa Dia baik dan mengasihi kita semua.

There are still a lot of things He taught me during this event (contohnya, di pertandingan kedua, saya nyaris menang, tapi di akhir membuat kesalahan bodoh, lalu kalah, trus sejujurnya agak kesal. Nah kenapa kesal?) , tapi kalo diceritain semua, ntar kepanjangan. Jadi sekian dulu pengalaman pribadiku :).

Selanjutnya, mau post kifu (catatan permainan) game-ku. Ada beberapa game teman-teman lain yang dicatat, tapi belum minta izin mereka buat post, jadi belakangan aja :). Buat yang biasa mejeng di www.igoindonesia.org, mohon maaf, ga bisa post di sana, soalnya koneksi luar negeri susah masuk server lokal. Jadi saya post di situs lain saja :). Linknya ada di bawah, saya compile jadi zip.

Dari 9 pertandingan, saya hanya catat 4, yang saya rasa bisa jadi bahan belajar yang lumayan. Nah dari sini juga kelihatan, hanya babak pertama yang dipikir banyak, sisanya agak... >.< jadi ga dicatet. He3.

Filenya saya upload di http://rapidshare.com/files/81383475/Seagames.zip.html.
Kalo ada tempat upload yang lebih baik, tolong kasih tau yah, supaya yang lain lebih gampang ^^

***To GOD be the glory***